Senin, 30 Januari 2012

Perkembangan Kepribadian Remaja

Masa remaja sangat dipengaruhi oleh kelompok sosialnya. Standard kelompok sosial dijadikan dasar konsep remaja mengenai kepribadian "ideal". Namun banyak kegagalan dalam mencapai kepribadian yang ideal.

Hal ini disebabkan  karena:

1.     Pola kepribadian yang sudah dibentuk sejak anak-anak yang sudah mulai stabil dan cenderung menetap. Perubahan yang terjadi dengan bertambahnya usia, lebih bersifat kuantitatif.
Remaja memperkuat sifat yang diinginkan dan memperlemah yang tidak diinginkan.
2.     Kondisi lingkungan yang mempengaruhi konsep diri (inti dari pola kepribadian) sering tidak terkendali.

Beberapa Kondisi yang mempengaruhi konsep diri remaja:

1.     Usia Kematangan
Remaja yang cepat matang, yang diperlakukan seperti orang hampir dewasa, maka akan mempunyai penyesuaian diri yang baik. Sebaliknya remaja yang lambat matang, yang diperlakukan seperti anak-anak, maka akan mempunyai penyesuaian diri yang kurang baik.
2.     Penampilan Diri
Penampilan diri menarik, akan mendapatkan penilaian yang baik juga dari lingkungan, sehingga membentuk konsep diri yang bagus dan menambah dukungan sosial.
Sebaliknyan penampilan diri yang berbeda akan mendapatkan penilaian yang kurang baik dari lingkungan yang mengakibatkan rasa rendah diri.
3.     Nama dan Julukan.
Remaja akan malu kalau teman sekelompoknya menilai namanya buruk atau mendapatkan julukan yang bernada cemoohan.
4.     Kepatutan Seks
Kepatutan seks dalam penampilan diri, minat, dan perilaku membantu remaja mencapai konsep diri yang baik. Ketidakpatutan seks membuat remaja sadar diri dan hal ini memberi akibat buruk pada perilakunya.
5.     Hubungan Keluarga
Seorang remaja yang mempunyai hubungan yang baik dengan salah satu anggota keluarga akan mengidentifikasikan diri dengan orang tersebut dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. Jika jenis kelaminnya sama, remaja akan tertolong untuk mengembangkan konsep diri yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
6.     Teman Sebaya
Konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan kelompok tentang dirinya. Mereka mengembangkan ciri kepribadian yang diakui kelompoknya.
7.     Kreativitas
Remaja yang semasa anak-anak didorong agar kreatif, akan mengembangkan perasaan individualitas dan identitas yang memberi pengaruh baik pada konsep dirinya. Sementara remaja yang di masa anak-anak didorong untuk mengikuti pola yang sudah diakui akan kurang mempunyai perasaan identitas dan individualitas.
8.     Cita-cita
Cita-cita yang realistis dan remaja yang berhasil akan menimbulkan kepercayaan diri dan kepuasaan sehingga terciptalah konsep diri yang baik. Sementara cita-cita yang tidak realistis dan remaja yang sering menemui kegagalan akan membuat remaja merasa tidak mampu dan selalu menyalahkan sebab kegagalan tersebut (diri dan lingkungan).


Usaha-usaha agar kepribadian remaja menjadi matang antara lain:

1.     Menentukan cita-cita yang realistik yang mungkin tercapai.
2.     Belajar menilai kelebihan dan kekurangan diri.
3.     Harus mempunyai konsep diri yang stabil.
4.     Harus bisa menghargai hal-hal yang telah dicapai dan memperbaiki kekurangan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar