Senin, 29 Oktober 2012

Pubertas Pada Anak



Pubertas merupakan suatu tahap penting dalam proses tumbuh kembang, suatu masa peralihan dari anak menuju dewasa. Pada anak perempuan, pubertas dapat mulai pada usia 8 tahun, tetapi biasanya dimulai sekitar 10 - 11 tahun. Pada anak laki-laki, pubertas dimulai sekitar 11 - 12 tahun sebagai usia awal, tetapi mungkin dimulai lebih dini pada usia 9 tahun. Kebanyakan anak perempuan secara fisik matang sekitar umur 14 tahun. Anak laki-laki dewasa sekitar umur 15 atau 16 tahun.

Tanda pertama pubertas pada anak perempuan :

  • Perkembangan payudara
  • Rambut di daerah kemaluan dan ketiak
  • Jerawat, biasanya dimulai sekitar usia 13 tahun
  • Menstruasi ( haid ), biasanya terjadi akhir dari semua proses tersebut.
Tanda pertama pubertas pada anak laki-laki :
  • Testis dan penis menjadi lebih besar
  • Rambut tumbuh di daerah kemaluan dan ketiak
  • Sejumlah kecil jaringan payudara mungkin berkembang yang disebut pubertal ginekomastia
  • Suara menjadi lebih dalam
  • Otot tubuh berkembang
  • Jerawat mulai tumbuh
Beberapa anak dapat memiliki pola yang berbeda.

Pubertas dini

Pubertas dini kadang-kadang disebut pubertas sebelum waktunya atau prekoks. Dalam kebanyakan kasus, pubertas dini hanya variasi pubertas normal, tetapi ada beberapa kasus bisa merupakan suatu penyakit.

Seharusnya periksakan ke dokter anak jika seorang anak perempuan berkembang payudara dan rambut kemaluannya sebelum 7 atau 8 tahun. Anda juga harus memeriksakan ke dokter anak jika anak laki-laki memiliki peningkatan ukuran testis, panjang penis dan tumbuhnya rambut kemaluan sebelum 9 tahun.

Pubertas dini pada anak perempuan sering tidak diketahui penyebabnya dan lebih sederhana, sedangkan penyebabnya pada anak laki-laki biasanya lebih kompleks dan perlu lebih banyak pemeriksaan. Penyebab pubertas dini tersebut antara lain tumor, kelainan kelenjar adrenal, masalah endocrine disruptor.

Pubertas terlambat

Penyebab pubertas terlambat kadang-kadang karena alasan medis. Tapi terkadang bisa juga karena akibat lain, misalnya kekurangan gizi. Beberapa penyakit kronik juga bisa menyebabkan terlambatnya pubertas, seperti : diabetes, thalassemia, atau keadaan lain seperti tumor, kekurangan hormon dan kelainan kromosom.

Pubertas mungkin terlambat pada anak perempuan yang memiliki tanda-tanda antara lain tidak ada pengembangan jaringan payudara pada usia 13 tahun, serta tidak terjadi haid pada usia 15 tahun selama 5 tahun atau lebih setelah pembesaran pertama dari jaringan payudara.

Pubertas mungkin terlambat pada anak laki-laki yang memiliki tanda-tanda antara lain tidak ada perkembangan testis pada 14 tahun, serta perkembangan organ laki-laki tidak lengkap selama 5 tahun setelah mereka pertama kali mulai berkembang.

Pola pubertas terlambat ataupun dini seringkali diturunkan dalam keluarga, tetapi bisa saja karena suatu penyakit. Untuk mengetahui apakah anak sudah mencapai pubertas, dapat dilakukan pemeriksaan fisik rutin yang dapat dilakukan oleh semua dokter anak. Cara anak-anak melihat tubuh mereka sendiri berkaitan dengan harga diri mereka. Sangat penting untuk membiarkan anak-anak tahu bahwa mereka baik-baik saja apa adanya dan bahwa Anda mencintai mereka seperti itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar